Langsung ke konten utama

Postingan

MELANKOLI PAPUA

mulai meranggas kau kini di hamparan tanah papua ribuan batang tumbang menyibak hijaunya hutan menyumbang terik menyengat kulit pekerja peluh keringat mengucur manakala cangkul demi cangkul tanah terisi dalam kantung ribuan bibit sawit siap tertanam penghuni habitat tersingkir kasuari pun maleo kocar kacir mana lawan mana kawan ditengah vegetasi yang makin menipis lompatan perubahan menghampiri pribumi dengan gagap menerima tanpa tahu pasti mencipta situasi penuh elegi antara sagu atau nasi Benawa, Papua Barat 01.03.18
Postingan terbaru

Balada Longboat

perahu datang menghampiri Sumano setelah bersandar dari Benawa putih dan biru melapisi sekujur badan perahu orang sebrang bilang longboat namanya puluhan orang berdiri di bibir dermaga menyambut gembira sang kuda air dan hap! orang orang tumpah ke perahu penuh sesak perahu ini barang barang berjejal manusia tak mau kalah tua muda saling rebut selamat, nanti dulu Sumano, 18 Desember 2017 dalam perjalanan ke pelabuhan Teminabuan

SUMANO, AKU PERGI

suara mesin longboat membelah Sarifin membawaku menjauh orang orang Awee bersautan dengan keras dan bising hitam sudah air ini bagai cermin daerah berawa pohon menjulang tinggi  dengan gagah layaknya penguasa wilayah langit, aduhai cerah sekali awan putih bersih dengan latar biru nan elok anak remaja timba air tampak dari sela sela perahu air masuk hingga mata kaki dan terus meninggi aku di sini, bersandar pada tulang perahu pura pura menyepi benakku mengembara pada Sumano aku pergi dengan hati yang tak utuh Sumano, aku pergi biarkan hati dan jiwaku mendingin Sumano, 2 Nov 2017 10.00 WIT

PAHIT KAU KATA

Pendidikan kau kata Bicara beda pendapat saja kau tak tahu Bicara tentang ketidakadilan saja kau salah paham Merasa terancam dan terhadang Monopoli kau kata Siapa memonopoli siapa  Jika kesempatan kau simpan macam dalam penjara Hanya ada manakala kau suka Pembangunan kau kata Adu kuat anjing dan tikus meraja lela Tanpa mau instrospeksi dan membuka diri Merasa hebat sendiri Lagi lagi anak yang jadi korban untuk pendidikan ini Lalu apa yang bisa kau urai dari kusutnya kepentingan politis ini Sumano, 31 Oktober 2017 14.19 WIT

Sarifin, Sang Penghidup

Kawan, Kicau burung bersautan Deru mesin longboat memecah dan katinting berseliweran Ada orang memancing ikan Lalu udang pun mereka dapat Ah, sungai Sarifin bak penghidupan Dua gelas kopi tersaji di sini, pada bibir sungai Satu manis, satu pahit Layaknya hidup manusia bukan? Manis dan pahit Lihat, rasakan, baik buruk, pahit manis, kurang lebih, pasang surut Seperti sungai ini Betapa keseimbangan itu berlaku Lompatan perubahan yang ada Macam katak menerkam mangsa di ujung sana atau pipa yang mulai mengaliri air ke rumah rumah Terasa memabukkan Tita tiba dan hap! Selesai sudah Sumano, 30/10/2017

Someone Like You

kepada kamu yang datang pertama di hidupku                          I heard that you settled down That you found a girl and you’re married now I heard that your dreams came true Guess she gave you things i didn’t give to you. Old friend, why are you so shy? Ain’t like you to hold back or hide from the light . (Someone Like You – Adele) Someone like you -nya Adele masih betah meyenandung. Lagu ini sudah kuputar berulang-ulang kali, entah sudah keberapa kali, ke dua puluh kali, mungkin.  Memang sengaja kubuat single playlist di mp3 playerku. Entahlah, sudah beberapa hari lagu ini –seperti sesuatu hal yang gaib- mampu menyita perhatianku. Menyeretku kembali ke masa silam, ke masa-masa suram yang membuatku gila, ke masa-masa untuk pertama kalinya aku mengenal cinta, ke masa-masa dimana aku harus berani mengambil keputusan untuk berani keluar dari be...

Mom, You’re My Angel

Kepada:  malaikatku di surga Hei Mah, apa kabar? Kuhitung sudah 78 hari 16 jam 45 menit aku tak melihatmu. Terakhir kuhitung waktu sampai detik ini, di kalimat ini. I miss you, really miss you so badly. Seandainya saja saat ini aku bisa melihatmu, tanpa banyak kata akan langsung kupeluk tubuh mungilmu Ma. Aku tau selama kita bersama aku banyak dosa, kurang ajar, sering bohong dan membuatmu sedih tapi engkau dengan sabar tetap menyayangiku dengan caramu.  I‘m sorry .  Masih segar dalam ingatanku sewaktu umurku 5tahun, setiap pulang sekolah aku langsung turun dari becak langgananku, lari menuju rumah, kulepas sepatu dan semua pakaian yang kukenakan satu per satu, tas ku biarkan saja berserak dilantai, hanya pakaian dalam yang masih menempel dibadan. Lalu dengan rengekan manja --yang kadang membuatmu jengkel sekaligus gemas-- aku minta dibuatkan susu putih hangat satu botol besar, kemudian kugeret tanganmu menuju taman depan rumah dan aku tiduran dipangkuanmu,...

Dear God

Hujan sore ini mengingatkanku tentang hidupku, derasnya tumpah ruah di sepanjang sungai, sebagian menyebar ke jalan, sebagian lagi terserap bumi. Jika ku analogikan ke dunia nyataku, hujan ibarat liku-liku hidup yang kujalani selama 28 tahun ini. Adakalanya gerimis yang sering membuatku merasa takjub, adakalanya deras, adapula deras lengkap dengan petirnya bahkan hujan badai sekalipun. Siklus hujan memang menggambarkan siklus hidup manusia, suka – duka – suka   kemudian duka lagi,   menurut pemikiran subjektifku begitu. Kali ini yang terasa seperti sedang ada hujan badai dihidupku. Selepas kepergian Mama, seperti hari-hari biasanya selama 3 bulan terakhir sebagian besar waktu kuhabiskan di jalan, mencoba membuktikan diri bahwa aku bisa melawan kejamnya hidup. Ke kantor pos setiap ahir pekan untuk melihat info lowongan perkerjaan baru sampai menghabiskan waktu berjam-jam di warnet hanya untuk mencari info lowongan kerja dan mengirimkan berkas lamaran, juga be...

SUDAH KU KATAKAN PADAMU

cobalah tengok jauh ke belakang telah kuserukan lewat angin yang berderu  ku titipkan pesanku lewat selembar daun di terik siang dan musim pancaroba yang berkala ingatlah, telah kusiarkan dari dulu bahwa aku menyata sudah kukatakan itu, dulu. Jogjakarta, 170712

Mati Ide

terbang kemana kau hendak kukejar  kau memilih lenyap dalam asap tembakau yang kian habis terbakar.  hendak kutangkap  kau malah sembunyi disetiap tegukan kopi yang semakin tiris. kata berlarian berserakan porakporanda tak berjelma (Jogjakarta, 4/5/2012)