I Senja bersamamu kala matahari karam waktu itu masih terlihat jelas pada kaca air mataku seruan ombak berkejaran menuju entah seakan enggan dibuai waktu II lantas apa lagi yang kau ragu jika seluruh panji-panji sudah tertancap tengoklah, bibir pantai senja itu berkilau berprasasti bahwa aku menyata III telah meredupkah bara yang dulu menyerbu membakar habis hingga tuntas segala yang tiada hingga ada telah meredupkah..? IV kemarilah, duduk bersamaku di hamparan pasir dengan segelas kopi panas dan hembusan angin memandang senja keemasan di batas cakrawala kita kan bercerita tentang nanti, berdua saja. V bayangkanlah manis, indah bukan? kita buang segala beban dan hiruk-pikuk dunia melebur rindu dalam kidung yang tercipta memadat dalam bayang kita yang menyatu Jogjakarta, 12/1/2012