Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2012

SUDAH KU KATAKAN PADAMU

cobalah tengok jauh ke belakang telah kuserukan lewat angin yang berderu  ku titipkan pesanku lewat selembar daun di terik siang dan musim pancaroba yang berkala ingatlah, telah kusiarkan dari dulu bahwa aku menyata sudah kukatakan itu, dulu. Jogjakarta, 170712

Mati Ide

terbang kemana kau hendak kukejar  kau memilih lenyap dalam asap tembakau yang kian habis terbakar.  hendak kutangkap  kau malah sembunyi disetiap tegukan kopi yang semakin tiris. kata berlarian berserakan porakporanda tak berjelma (Jogjakarta, 4/5/2012)

BAIKLAH, SEMUA AKAN TIBA PADA WAKTUNYA

baiklah, semua akan tiba pada waktunya di mana jejak kaki berhenti di persimpangan tak bernama baiklah, semua akan tiba pada waktunya di mana pundak memilih lunglai memanggul kesuraman tak berujung baiklah, semua akan tiba pada waktunya aku berucap pasrah pada kaki takdir lantas tenggelam bersama dzikir Jogjakarta, 21/2/2012

SENJA BERSAMAMU

I Senja bersamamu kala matahari karam waktu itu masih terlihat jelas pada kaca air mataku seruan ombak berkejaran menuju entah seakan enggan dibuai waktu II lantas apa lagi yang kau ragu jika seluruh panji-panji sudah tertancap  tengoklah, bibir pantai senja itu berkilau berprasasti bahwa aku menyata III telah meredupkah bara yang dulu menyerbu membakar habis hingga tuntas  segala yang tiada hingga ada telah meredupkah..? IV kemarilah, duduk bersamaku di hamparan pasir dengan segelas kopi panas dan hembusan angin memandang senja keemasan di batas cakrawala kita  kan bercerita tentang nanti, berdua saja. V bayangkanlah manis, indah bukan? kita buang segala beban dan hiruk-pikuk dunia melebur rindu dalam kidung yang tercipta memadat dalam bayang kita yang menyatu Jogjakarta, 12/1/2012