Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2013

Someone Like You

kepada kamu yang datang pertama di hidupku                          I heard that you settled down That you found a girl and you’re married now I heard that your dreams came true Guess she gave you things i didn’t give to you. Old friend, why are you so shy? Ain’t like you to hold back or hide from the light . (Someone Like You – Adele) Someone like you -nya Adele masih betah meyenandung. Lagu ini sudah kuputar berulang-ulang kali, entah sudah keberapa kali, ke dua puluh kali, mungkin.  Memang sengaja kubuat single playlist di mp3 playerku. Entahlah, sudah beberapa hari lagu ini –seperti sesuatu hal yang gaib- mampu menyita perhatianku. Menyeretku kembali ke masa silam, ke masa-masa suram yang membuatku gila, ke masa-masa untuk pertama kalinya aku mengenal cinta, ke masa-masa dimana aku harus berani mengambil keputusan untuk berani keluar dari be...

Mom, You’re My Angel

Kepada:  malaikatku di surga Hei Mah, apa kabar? Kuhitung sudah 78 hari 16 jam 45 menit aku tak melihatmu. Terakhir kuhitung waktu sampai detik ini, di kalimat ini. I miss you, really miss you so badly. Seandainya saja saat ini aku bisa melihatmu, tanpa banyak kata akan langsung kupeluk tubuh mungilmu Ma. Aku tau selama kita bersama aku banyak dosa, kurang ajar, sering bohong dan membuatmu sedih tapi engkau dengan sabar tetap menyayangiku dengan caramu.  I‘m sorry .  Masih segar dalam ingatanku sewaktu umurku 5tahun, setiap pulang sekolah aku langsung turun dari becak langgananku, lari menuju rumah, kulepas sepatu dan semua pakaian yang kukenakan satu per satu, tas ku biarkan saja berserak dilantai, hanya pakaian dalam yang masih menempel dibadan. Lalu dengan rengekan manja --yang kadang membuatmu jengkel sekaligus gemas-- aku minta dibuatkan susu putih hangat satu botol besar, kemudian kugeret tanganmu menuju taman depan rumah dan aku tiduran dipangkuanmu,...

Dear God

Hujan sore ini mengingatkanku tentang hidupku, derasnya tumpah ruah di sepanjang sungai, sebagian menyebar ke jalan, sebagian lagi terserap bumi. Jika ku analogikan ke dunia nyataku, hujan ibarat liku-liku hidup yang kujalani selama 28 tahun ini. Adakalanya gerimis yang sering membuatku merasa takjub, adakalanya deras, adapula deras lengkap dengan petirnya bahkan hujan badai sekalipun. Siklus hujan memang menggambarkan siklus hidup manusia, suka – duka – suka   kemudian duka lagi,   menurut pemikiran subjektifku begitu. Kali ini yang terasa seperti sedang ada hujan badai dihidupku. Selepas kepergian Mama, seperti hari-hari biasanya selama 3 bulan terakhir sebagian besar waktu kuhabiskan di jalan, mencoba membuktikan diri bahwa aku bisa melawan kejamnya hidup. Ke kantor pos setiap ahir pekan untuk melihat info lowongan perkerjaan baru sampai menghabiskan waktu berjam-jam di warnet hanya untuk mencari info lowongan kerja dan mengirimkan berkas lamaran, juga be...