Langsung ke konten utama

Someone Like You

kepada kamu yang datang pertama di hidupku



                        I heard that you settled down
That you found a girl and you’re married now
I heard that your dreams came true
Guess she gave you things i didn’t give to you.
Old friend, why are you so shy?
Ain’t like you to hold back or hide from the light.
(Someone Like You – Adele)

Someone like you-nya Adele masih betah meyenandung. Lagu ini sudah kuputar berulang-ulang kali, entah sudah keberapa kali, ke dua puluh kali, mungkin.  Memang sengaja kubuat single playlist di mp3 playerku. Entahlah, sudah beberapa hari lagu ini –seperti sesuatu hal yang gaib- mampu menyita perhatianku. Menyeretku kembali ke masa silam, ke masa-masa suram yang membuatku gila, ke masa-masa untuk pertama kalinya aku mengenal cinta, ke masa-masa dimana aku harus berani mengambil keputusan untuk berani keluar dari benteng pelindung yang kuciptakan sendiri dan dimana aku harus berani untuk selalu melangkah ke depan. Saat dimana aku mengenal sosokmu. Ya, saat itu adalah masa-masa dimana aku berjuang menghapus ketakutanku tentang cinta. Tentu kau tahu, sedahsyat apa kebencianku pada sosok Ayah, sosok yang menamakan dirinya laki-laki. Yang dia kerjakan menanam benih, menambah angka kelahiran yang tiap tahun semakin meledak, lantas pergi ke pelukan perempuan malang lainnya. Keputusanku untuk berjalan disampingmu membawa serta ketakutan itu. Selalu, kusembunyikan dalam-dalam tanpa kau tahu. Mungkin karena aku tak ingin tampak rapuh di matamu. Hah.. konyol sekali.
Cinta itu nyeri juga ya rasanya, tak peduli seberapa besar dan kuat rasa cintaku untuk seseorang dan sebahagia apa aku bersama seseorang, selalu ada perih. Sama saat bersamamu juga. Setelah kepergianmu, aku masih menyimpan mimpi bahwa kita masih akan selalu bersama. Satir bukan? walaupun cinta yang tertinggal masih kokoh, aku tahu perjalanan kita tak akan pernah sama. Tak akan pernah. Tahukah kau, selama 4 tahun aku berjuang keras untuk benar-benar bisa merelakanmu pergi. Jika ku ingat lagi, aku terlihat sangat jahat pada beberapa orang yang ingin mencoba masuk ke dalam hidupkuku. Maaf untuk rasa sakit yang telah kutebar untuk mereka, tapi pintu itu sudah kukunci rapat-rapat. Dan mungkin, aku tak tahu pasti, selama 4 tahun juga kau mengunci hatimu untuk orang lain. It’s such a crazy things.
 
     Never mind, i’ll find someone like you
            I wish nothing but the best for you too
           Don’t forget me, i beg
           I remember you said :
                      “sometimes it last in love but sometimes it hurts instead”

Aku yakin kau tahu, setelah kita berpisah akhirnya aku menemukan seseorang yang baru. Kusebut dia Angin. Tahukah kau? Hanya dia diantara beberapa orang baru yang mampu membuatku jatuh cinta lagi. Tapi yang tak kau tahu, hubungan itu tak seindah seperti yang pernah kau katakan dulu, tak berjalan seperti yang selalu menjadi harap. Bersamanya aku bahagia, tapi perih itu lebih sering hadir hari demi hari. Kau tahu seperti apa rasanya? Pahit. Aku dipaksa terbang tinggi, dan pada akhirnya aku harus dipaksa untuk jatuh lagi. Lagi, aku kembali dihadapkan pada sebuah kehilangan. Saat bersamamu, aku benci menjadi sosok perempuan yang menghancurkan mimpi kita, tapi saat bersamanya aku berperan sabagai sosok perempuan yang kubenci pada saat bersamamu. Aarrg. . It’s bloody insane! Dunia ini pasti sudah sangat gila. Kau tak akan pernah tahu, hidupku kelam. Banyak hal mengerikan datang bertubi-tubi. Begitu berkelok-kelok dan terjal jalan untuk menuju diriku yang sekarang. Kau tak akan lagi menemukan sosokku yang dulu selalu kau lihat. Aku bukan lagi Ayu yang kau kenal dulu. Aku manusia baru. Hidup selalu berubah, begitupun juga diriku. Terkadang aku ingin menyerah saja, kembali berlari menujumu, bahkan untuk menyangga kakiku saja untuk berdiri aku tak mampu. Tapi aku harus bangkit walaupun itu sangat sulit dan menyakitkan. Hidup itu perjuangan bukan? Dan aku akan selalu berjuang untuk menemukan kebahagiaanku sendiri. Sepertimu.
Delapan tahun sejak kepergianmu, akhirnya aku menemukan seseorang yang saat ini kucintai. Lalu kudengar kabar pernikahanmu, seharusnya aku ikut bahagia. Akhirnya kau benar-benar menemukan belahan jiwamu. She’s your real Selly, finally the Crow found the real Selly. Tentunya dia mampu memberikan apa yang tak dapat kuberikan padamu. Bagaimanapun kau adalah hal indah yang mampu memporak-porandakan hatiku saat itu. Nevermind, I’ll find someone like you for my entire life. Dia sahabatku, dia sahabat terbaikku. Terkadang sahabat lebih mampu memberikan kasih sayang dan perhatian yang tak kudapatkan dari beberapa kekasih yang dulu pernah hadir. Selama dua tahun dia menunggu untuk dapat berjalan beriringan bersamaku. Yang kuingin agar kau tahu, aku sangat menyayanginya. Rasanya seperti berabad-abad, ternyata aku bisa mencintai seseorang sedahsyat ini. Banyak hal yang sudah kulalui bersamanya, pasang-surut sebuah hubungan, bahkan badaipun enggan luput menghampiri. Sudah sepatutnya aku berbangga, karena hingga detik ini kami masih sanggup bertahan. Semoga dia, sahabatku dulu dan kekasihku saat ini adalah seseorang yang akan menjadi sumber kebahagiaan hingga akhir hayatku. Entah kapan, aku pasti akan menyusulmu, menikah dan memiliki keluarga utuh penuh cinta. Menemukan kebahagiaan yang lebih dulu kau dapatkan bersama Selly-mu. Tak akan ada lagi kehilangan, tak akan pernah.
Semoga kau selalu bahagia bersama istrimu, segala hal yang terbaik, hanya itu yang dapat kusampaikan padamu lewat tulisan ini. Karena memang beberapa tahun ini aku sudah tak mungkin menghubungimu lagi. Kita telah memiliki kehidupan kita masing-masing, dan kebahagiaan kita sendiri. Sudah seharusnya kita menjaganya selalu. Aku tahu, kau pasti akan mendoakan untuk kebahagiaanku juga.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MELANKOLI PAPUA

mulai meranggas kau kini di hamparan tanah papua ribuan batang tumbang menyibak hijaunya hutan menyumbang terik menyengat kulit pekerja peluh keringat mengucur manakala cangkul demi cangkul tanah terisi dalam kantung ribuan bibit sawit siap tertanam penghuni habitat tersingkir kasuari pun maleo kocar kacir mana lawan mana kawan ditengah vegetasi yang makin menipis lompatan perubahan menghampiri pribumi dengan gagap menerima tanpa tahu pasti mencipta situasi penuh elegi antara sagu atau nasi Benawa, Papua Barat 01.03.18

Mom, You’re My Angel

Kepada:  malaikatku di surga Hei Mah, apa kabar? Kuhitung sudah 78 hari 16 jam 45 menit aku tak melihatmu. Terakhir kuhitung waktu sampai detik ini, di kalimat ini. I miss you, really miss you so badly. Seandainya saja saat ini aku bisa melihatmu, tanpa banyak kata akan langsung kupeluk tubuh mungilmu Ma. Aku tau selama kita bersama aku banyak dosa, kurang ajar, sering bohong dan membuatmu sedih tapi engkau dengan sabar tetap menyayangiku dengan caramu.  I‘m sorry .  Masih segar dalam ingatanku sewaktu umurku 5tahun, setiap pulang sekolah aku langsung turun dari becak langgananku, lari menuju rumah, kulepas sepatu dan semua pakaian yang kukenakan satu per satu, tas ku biarkan saja berserak dilantai, hanya pakaian dalam yang masih menempel dibadan. Lalu dengan rengekan manja --yang kadang membuatmu jengkel sekaligus gemas-- aku minta dibuatkan susu putih hangat satu botol besar, kemudian kugeret tanganmu menuju taman depan rumah dan aku tiduran dipangkuanmu,...

SENJA BERSAMAMU

I Senja bersamamu kala matahari karam waktu itu masih terlihat jelas pada kaca air mataku seruan ombak berkejaran menuju entah seakan enggan dibuai waktu II lantas apa lagi yang kau ragu jika seluruh panji-panji sudah tertancap  tengoklah, bibir pantai senja itu berkilau berprasasti bahwa aku menyata III telah meredupkah bara yang dulu menyerbu membakar habis hingga tuntas  segala yang tiada hingga ada telah meredupkah..? IV kemarilah, duduk bersamaku di hamparan pasir dengan segelas kopi panas dan hembusan angin memandang senja keemasan di batas cakrawala kita  kan bercerita tentang nanti, berdua saja. V bayangkanlah manis, indah bukan? kita buang segala beban dan hiruk-pikuk dunia melebur rindu dalam kidung yang tercipta memadat dalam bayang kita yang menyatu Jogjakarta, 12/1/2012

BAIKLAH, SEMUA AKAN TIBA PADA WAKTUNYA

baiklah, semua akan tiba pada waktunya di mana jejak kaki berhenti di persimpangan tak bernama baiklah, semua akan tiba pada waktunya di mana pundak memilih lunglai memanggul kesuraman tak berujung baiklah, semua akan tiba pada waktunya aku berucap pasrah pada kaki takdir lantas tenggelam bersama dzikir Jogjakarta, 21/2/2012