Matahari bertapa Bersila di ubun – ubunku Kali mengalir dari mataku Dan bermuara di lautan Kaki terjebak dalam genangan muara Membasahi mata kaki Mendinginkan mata hati Seraut wajah membayang di balik terik matahari Tersenyum seraya mengulurkan kedua tangannya Damai memelukku erat Hangat merasuki jiwa Membara dalam tubuh yang menggigil Kembali matahari bertapa Bersemayam bara yang abadi. Adaptasi karya WS. Rendra Jogjakarta, Maret 2008
kumpulan sajak perempuan pecinta bulan