Tuan,
Di sini aku sekarat
Tergeletak tanpa daya
Di tengah jalan yang tak ku kenal
Rupanya hanya aku di sini
Di antara hamparan hutan pinus yang menjulang tinggi
Dan kenapa mataku enggan melihat arah lain selain ujung jalan di sana?
Apa yang ku tunggu?
Kau kah itu Tuan?
Ajalku sudah dekat
Di atas sana berkeliaran puluhan bahkan ratusan burung Condor
Berputar, mengelilingi tubuhku yang akan menjadi bangkai
Teriakan mereka menyeramkan
Seakan tak sabar menunggu ajalku tiba
Aku tak berani berharap Tuan
Memikirkannya saja tak memiliki nyali
Sisa tenagaku hanya mampu untuk menangisi semua
Memanggil nama mu pun terbata
Maafkan aku Tuan
Aku layak berada di sini
Dan aku sendiri yang membawaku tergeletak di sini
Jogjakarta, 15/05/2010
Di sini aku sekarat
Tergeletak tanpa daya
Di tengah jalan yang tak ku kenal
Rupanya hanya aku di sini
Di antara hamparan hutan pinus yang menjulang tinggi
Dan kenapa mataku enggan melihat arah lain selain ujung jalan di sana?
Apa yang ku tunggu?
Kau kah itu Tuan?
Ajalku sudah dekat
Di atas sana berkeliaran puluhan bahkan ratusan burung Condor
Berputar, mengelilingi tubuhku yang akan menjadi bangkai
Teriakan mereka menyeramkan
Seakan tak sabar menunggu ajalku tiba
Aku tak berani berharap Tuan
Memikirkannya saja tak memiliki nyali
Sisa tenagaku hanya mampu untuk menangisi semua
Memanggil nama mu pun terbata
Maafkan aku Tuan
Aku layak berada di sini
Dan aku sendiri yang membawaku tergeletak di sini
Jogjakarta, 15/05/2010
Komentar
Posting Komentar