BABAK I
Aku melihat sesuatu kawan,
Sesuatu yang memasung batin dan logikaku
Gelap dan dingin
Ketika waktu berhenti berputar
Bumi pun berhenti
Rotasi ibaratkan gravitasi yang semu
Semu akan sebuah kujujuran
Haha…
Aku terpenjara dalm terali dunia
Dunia antah berantah
Aaarrrgggghh !
Andai saja waktu kembali berputar
Kembali berputar ke belakang
Aku ingin terseret
Terseret ke lubang waktu yang dalam
Tenggelam, tenggelam, dan hilang
Aku ingin hilang dan tak ditemukan
BABAK II
Kenapa kau tak mau berhenti ?!
Kau berlari saja menyeretku ke ruang waktu yang lain
Aku masih ingin di sini
Di dalam ruang dan waktuku sendiri
Tak kuijinkan ruang lain masuk
Lancang sekali kau memaksaku untuk terus berlari
Berlari lebih kencang dan lebih kencang lagi !
Tak kau lihatkah lariku terseok dan tersandung ?
Tak kau ijinkan aku untuk mengaduh barang sejenak
Dan menyembuhkannya sekalipun itu sedikit
Tak kau lihatkah aku lelah ?
Aku lelah !!
Hey waktu !
Kau begitu lancang !
Dan ini semua salahmu !
Semua salahmu!
BABAK II
Sepertinya aku sudah lelah
Yah…aku begitu lelah
Lelah karena waktu yang terus bergulir tanpa bisa kukendalikan
Aku hanyalah boneka kayu yang lusuh
Dan lapuk dimakan jaman
Ketika berusaha menghentikan kekacauan dunia
Dan menghilangkan kemunafikan yang telah tertancap dalam jiwa yang cacat !
Inginnya kuhentikan saja detak jam yang sudah lelah
Karena menanti suara sang penyelamat
Tapi rasa dan semangatku sudah mati.
Jogjakarta, 11/12/2008
Pernah pentaskan dalam Anniversary #2 Komunitas Cermin ke II bertajuk “KULMINASI” di Aula Lama Fak. Ekonomi Universitas Mercu Buana Jogjakarta dengan konsep pertunjukan teatrikal puisi yang mengawinkan antara puisi, gerak, siluet, dan musik.
Aku melihat sesuatu kawan,
Sesuatu yang memasung batin dan logikaku
Gelap dan dingin
Ketika waktu berhenti berputar
Bumi pun berhenti
Rotasi ibaratkan gravitasi yang semu
Semu akan sebuah kujujuran
Haha…
Aku terpenjara dalm terali dunia
Dunia antah berantah
Aaarrrgggghh !
Andai saja waktu kembali berputar
Kembali berputar ke belakang
Aku ingin terseret
Terseret ke lubang waktu yang dalam
Tenggelam, tenggelam, dan hilang
Aku ingin hilang dan tak ditemukan
BABAK II
Kenapa kau tak mau berhenti ?!
Kau berlari saja menyeretku ke ruang waktu yang lain
Aku masih ingin di sini
Di dalam ruang dan waktuku sendiri
Tak kuijinkan ruang lain masuk
Lancang sekali kau memaksaku untuk terus berlari
Berlari lebih kencang dan lebih kencang lagi !
Tak kau lihatkah lariku terseok dan tersandung ?
Tak kau ijinkan aku untuk mengaduh barang sejenak
Dan menyembuhkannya sekalipun itu sedikit
Tak kau lihatkah aku lelah ?
Aku lelah !!
Hey waktu !
Kau begitu lancang !
Dan ini semua salahmu !
Semua salahmu!
BABAK II
Sepertinya aku sudah lelah
Yah…aku begitu lelah
Lelah karena waktu yang terus bergulir tanpa bisa kukendalikan
Aku hanyalah boneka kayu yang lusuh
Dan lapuk dimakan jaman
Ketika berusaha menghentikan kekacauan dunia
Dan menghilangkan kemunafikan yang telah tertancap dalam jiwa yang cacat !
Inginnya kuhentikan saja detak jam yang sudah lelah
Karena menanti suara sang penyelamat
Tapi rasa dan semangatku sudah mati.
Jogjakarta, 11/12/2008
Pernah pentaskan dalam Anniversary #2 Komunitas Cermin ke II bertajuk “KULMINASI” di Aula Lama Fak. Ekonomi Universitas Mercu Buana Jogjakarta dengan konsep pertunjukan teatrikal puisi yang mengawinkan antara puisi, gerak, siluet, dan musik.
Komentar
Posting Komentar