tak kunjung kunjung memburam wajah itu
padahal hati tak tertahankan
ternyata hidup itu berat juga rasanya
tak kunjung kunjung meredup api itu
padahal tubuh sudah melepuh
ternyata terbakar cemburu itu perih juga rasanya
tak kunjung kunjung mengering luka itu
padahal susah payah menyembuhkannya
hingga mata, hingga mata
menangis juga, menangis juga
(Adaptasi karya Mathori A Elwa)
Jogjakarta, 20/11/2011
Komentar
Posting Komentar