Langsung ke konten utama

Mom, You’re My Angel

Kepada: 
malaikatku di surga



Hei Mah, apa kabar?
Kuhitung sudah 78 hari 16 jam 45 menit aku tak melihatmu. Terakhir kuhitung waktu sampai detik ini, di kalimat ini. I miss you, really miss you so badly. Seandainya saja saat ini aku bisa melihatmu, tanpa banyak kata akan langsung kupeluk tubuh mungilmu Ma. Aku tau selama kita bersama aku banyak dosa, kurang ajar, sering bohong dan membuatmu sedih tapi engkau dengan sabar tetap menyayangiku dengan caramu. I‘m sorry

Masih segar dalam ingatanku sewaktu umurku 5tahun, setiap pulang sekolah aku langsung turun dari becak langgananku, lari menuju rumah, kulepas sepatu dan semua pakaian yang kukenakan satu per satu, tas ku biarkan saja berserak dilantai, hanya pakaian dalam yang masih menempel dibadan. Lalu dengan rengekan manja --yang kadang membuatmu jengkel sekaligus gemas-- aku minta dibuatkan susu putih hangat satu botol besar, kemudian kugeret tanganmu menuju taman depan rumah dan aku tiduran dipangkuanmu, kita hanya beralaskan rumput hijau segar. Dengan gemulai dan lembut jemarimu membelai rambutku, terkadang jahil mencubiti pipiku sambil membacakan dongeng dari buku cerita yang kupinjam di perpustakaan TK tempatku belajar. Tiap tahun kau juga selalu merayakan hari kelahiranku, senang rasanya saat itu. Banyak teman-teman kecilku yang datang ikut meramaikan peringatan kelahiranku, riuh. Dan potongan pertama kue ulang tahunku selalu ku berikan padamu. Moment indah yang tak terlupakan Mah, did you remember it ?

Sewaktu kuliah kita memang tak bisa bertemu setiap hari, jarak akhirnya memisahkan kita. Aku semakin tenggelam dalam kesibukan akademis dan kerja, itu membuatku jarang punya waktu untuk pulang. Mungkin lebih tepatnya malas pulang. Sebenarnya aku sering berbohong tentang kehidupanku di sini Mah, andai saja kau tahu suramnya hidup anakmu ini, serasa sangat berdosa tiap kali mengingatmu. But, you always there Mom, tanpa pamrih kau mendukung apapun yang kulakukan. Just you. Tak ada yang sanggup menandingi.

Lukisan wajahmu masih kusimpan baik-baik, kupajang di tembok kamar kostku. Masih ingatkah Mah, lukisan itu sengaja ku buat sendiri sebagai hadiah untukmu, separuh wajahku dan separuh  wajahmu menjadi satu kesatuan wajah. Sudah kurencanakan saat hari Ibu tahun lalu tiba akan kuberikan, dan betapa senangnya hatiku ketika aku tahu kau sangat senang dengan lukisanku. Maaf aku hanya bisa memberikanmu itu dan menghadiahimu kelulusanku, belum mampu membelikanmu baju atau benda-benda lainnya. Tapi tak lama setelah itu musibah menimpamu, menimpa kita. Tahukah Mah, sepanjang perjalananan ke rumah sakit aku tak henti-hentinya menangis, melihat tubuh mungilmu diam dalam dekapanku rasanya ingin lari dan teriak sepanjang pantai, meratapi dan mencaci Tuhan: kenapa? Kenapa Mama, kenapa bukan aku saja?

Setelah satu bulan proses pengobatan di rumah sakit dan dilanjutkan rawat jalan di rumah Eyang, akhirnya aku harus benar-benar merelakanmu pergi menghadapNya. Ini ujian terberat selama aku dilahirkan sebagai manusia. Sendirian menghadapi ujian yang bertubi-tubi, benar-benar sendiri. Dari peristiwa ini aku belajar bersyukur, bersyukur Tuhan memberikan kesempatan merawat dan menemanimu Mah, bersyukur aku punya kesempatan memasak untukmu (akhirnya sekarang aku bisa masak :), bersyukur aku bisa membuatmu tenang dengan lafalan ayat-ayat suci yang sering kubacakan di sampingmu, bersyukur aku masih bisa bersendagurau denganmu di sela-sela lemahnya kondisimu. Yang terpenting adalah aku sangat bersyukur memiliki 2,5 bulan terakhir waktu berharga bersamamu Mom. Bagiku kau sumber kekuatan dan inspirasiku.

Doaku akan selalu kukirim untukmu Ma, jangan kuatir. Aku yakin saat ini engkau berada di surga. Ayu minta maaf untuk semua dosa dan kesalahan-kesalahan selama ini ya Mah. Engkau sosok yang sangat penyabar, lembut dan bijak, kelak aku ingin menjadi sepertimu. You’re really my angel. Semoga engkau tenang di sana. Amin.

“PS. Aku lagi ikutan projek #HariMenulisSuratCinta Ma, dan ini surat kedua yang kubuat khusus untukMu, karena aku telat ikutan beberapa hari :-P. Miss you Mom and of course I love you so..


Salam penuh cinta

Anakmu

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MELANKOLI PAPUA

mulai meranggas kau kini di hamparan tanah papua ribuan batang tumbang menyibak hijaunya hutan menyumbang terik menyengat kulit pekerja peluh keringat mengucur manakala cangkul demi cangkul tanah terisi dalam kantung ribuan bibit sawit siap tertanam penghuni habitat tersingkir kasuari pun maleo kocar kacir mana lawan mana kawan ditengah vegetasi yang makin menipis lompatan perubahan menghampiri pribumi dengan gagap menerima tanpa tahu pasti mencipta situasi penuh elegi antara sagu atau nasi Benawa, Papua Barat 01.03.18

SENJA BERSAMAMU

I Senja bersamamu kala matahari karam waktu itu masih terlihat jelas pada kaca air mataku seruan ombak berkejaran menuju entah seakan enggan dibuai waktu II lantas apa lagi yang kau ragu jika seluruh panji-panji sudah tertancap  tengoklah, bibir pantai senja itu berkilau berprasasti bahwa aku menyata III telah meredupkah bara yang dulu menyerbu membakar habis hingga tuntas  segala yang tiada hingga ada telah meredupkah..? IV kemarilah, duduk bersamaku di hamparan pasir dengan segelas kopi panas dan hembusan angin memandang senja keemasan di batas cakrawala kita  kan bercerita tentang nanti, berdua saja. V bayangkanlah manis, indah bukan? kita buang segala beban dan hiruk-pikuk dunia melebur rindu dalam kidung yang tercipta memadat dalam bayang kita yang menyatu Jogjakarta, 12/1/2012

Someone Like You

kepada kamu yang datang pertama di hidupku                          I heard that you settled down That you found a girl and you’re married now I heard that your dreams came true Guess she gave you things i didn’t give to you. Old friend, why are you so shy? Ain’t like you to hold back or hide from the light . (Someone Like You – Adele) Someone like you -nya Adele masih betah meyenandung. Lagu ini sudah kuputar berulang-ulang kali, entah sudah keberapa kali, ke dua puluh kali, mungkin.  Memang sengaja kubuat single playlist di mp3 playerku. Entahlah, sudah beberapa hari lagu ini –seperti sesuatu hal yang gaib- mampu menyita perhatianku. Menyeretku kembali ke masa silam, ke masa-masa suram yang membuatku gila, ke masa-masa untuk pertama kalinya aku mengenal cinta, ke masa-masa dimana aku harus berani mengambil keputusan untuk berani keluar dari be...

BAIKLAH, SEMUA AKAN TIBA PADA WAKTUNYA

baiklah, semua akan tiba pada waktunya di mana jejak kaki berhenti di persimpangan tak bernama baiklah, semua akan tiba pada waktunya di mana pundak memilih lunglai memanggul kesuraman tak berujung baiklah, semua akan tiba pada waktunya aku berucap pasrah pada kaki takdir lantas tenggelam bersama dzikir Jogjakarta, 21/2/2012